Bandarlampung -Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi aset daerah dan inovasi layanan publik. Hal ini ditegaskan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat memimpin Rapat Koordinasi Optimalisasi Aset dan Kerja Sama di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (5/2/2026).
Gubernur Mirza menekankan bahwa di tengah keterbatasan fiskal, kreativitas dalam mengelola potensi daerah menjadi kunci. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja secara profesional dan proaktif dalam memetakan potensi ekonomi di wilayah kerja masing-masing.
“Setiap dinas memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Saya berharap para kepala OPD aktif menggali dan mengelola potensi tersebut secara maksimal untuk kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Lampung,” ujar Gubernur Mirza.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengungkapkan bahwa aset daerah yang dimiliki Pemprov Lampung saat ini bernilai sangat besar, yakni mencapai Rp19 triliun yang tersebar di lebih dari 6.000 unit atau bidang.
Guna memaksimalkan nilai ekonomi aset tersebut, pemerintah akan mengalihkan pola pengelolaan dari sekadar sewa konvensional menjadi skema kerja sama pemanfaatan dan kemitraan strategis yang lebih menguntungkan.
“Dengan nilai aset mencapai Rp19 triliun, optimalisasi aset menjadi solusi kunci dalam menyiasati keterbatasan APBD. Kami arahkan pada pola kemitraan yang memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi,” jelas Marindo.
Selain pengelolaan aset, rapat ini juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan publik yang unggul. Inovasi layanan dan perluasan kerja sama pihak ketiga diharapkan mampu menjadi mesin baru bagi pertumbuhan pendapatan daerah di tahun 2026.

0Komentar