Bandar Lampung – Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, melayat ke rumah duka seorang bocah korban banjir di Kelurahan Rajabasa Induk, Kecamatan Rajabasa, Sabtu (7/3/2026). Kehadiran Agus Djumadi merupakan bentuk belasungkawa sekaligus kepedulian terhadap keluarga korban yang meninggal dunia setelah hanyut terseret arus banjir yang melanda wilayah Kota Bandar Lampung.
Korban diketahui bernama Satria (10), siswa kelas 4 sekolah dasar yang sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa arus saat bermain hujan di dekat aliran sungai di Jalan Abdul Hamid, tepatnya di Gang Suari, Kelurahan Rajabasa Induk, pada Jumat (6/3/2026). Saat itu hujan deras mengguyur sejumlah wilayah kota hingga menyebabkan aliran sungai meluap. Diduga korban tengah bermain di sekitar saluran air sebelum akhirnya terseret arus yang cukup deras.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera melaporkan kepada aparat setempat sehingga proses pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat. Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan di aliran Kali Pasar Tempel, Rajabasa Raya, pada Sabtu pagi dalam kondisi meninggal dunia.
Saat melayat, Agus Djumadi menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban serta berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Kota Bandar Lampung. Ia menilai kejadian anak hanyut saat banjir sudah beberapa kali terjadi sehingga perlu menjadi perhatian bersama.
“Berharap ini adalah korban terakhir karena kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi di Kota Bandar Lampung,” ujar Agus Djumadi.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat cuaca ekstrem dan kondisi sungai sedang meluap.
“Harapannya para orang tua tetap waspada dan menjaga para buah hatinya, khususnya yang masih di bawah umur, agar tidak bermain di dekat saluran air sehingga kejadian ini tidak terulang,” katanya.
Selain itu, Agus Djumadi meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa. Menurutnya, pemerintah perlu mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat, khususnya kepada para orang tua, agar lebih memperhatikan keselamatan anak-anak saat musim hujan dan kondisi banjir.

0Komentar