Bandarlampung -Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga menjadi momentum pembentukan karakter bagi generasi muda. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III, Agus Djumadi, yang menilai bahwa Ramadan dan ibadah puasa dapat memberikan pengalaman positif bagi kalangan anak muda jika dimaknai secara mendalam.
Menurut Agus Djumadi, puasa melatih generasi muda untuk meningkatkan disiplin dan tanggung jawab dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, Ramadan juga membantu anak muda memahami makna kesabaran dan empati terhadap sesama, terutama kepada mereka yang kurang beruntung. “Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat spiritualitas dan hubungan dengan Allah SWT, sekaligus memperbaiki kualitas diri,” ujarnya.
Ia juga meyakini bahwa Ramadan dapat menjadi ajang meningkatkan kesehatan dan gaya hidup sehat. Dengan pola makan yang teratur saat sahur dan berbuka, serta diimbangi aktivitas positif, generasi milenial dapat menjadikan bulan suci ini sebagai titik awal perubahan yang lebih baik.
Lebih lanjut, Agus Djumadi menambahkan bahwa Ramadan akan terasa lebih berkesan bagi generasi milenial jika dikemas dengan cara yang unik dan kreatif. Di antaranya dengan memanfaatkan media sosial untuk berbagi inspirasi dan pengalaman Ramadan, mengikuti kajian keislaman secara offline maupun online, hingga berbuka puasa dengan menu sehat dan kekinian.
Tak hanya itu, ia juga mendorong generasi muda untuk tetap aktif berolahraga, menjaga kesehatan fisik, serta memperbanyak kegiatan berbagi kebaikan dan menggelar buka puasa bersama teman-teman. “Namun yang terpenting, jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan waktu sholat, khususnya Maghrib dan Tarawih. Ramadan harus tetap menjadi prioritas ibadah,” tegasnya.
Agus Djumadi berharap, melalui pemaknaan yang tepat, Ramadan dapat menjadi bulan yang penuh kesan dan membawa perubahan positif bagi generasi muda, baik secara spiritual, sosial, maupun kesehatan.

0Komentar