Bandar Lampung - Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PKS, Agus Widodo, menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP WK) di Kelurahan Tanjung Baru, Kedamaian, Kota Bandar Lampung. Sabtu (24/1/2026). Kegiatan tersebut diikuti masyarakat dari berbagai latar belakang dan berlangsung dengan dialog yang interaktif.
Dalam pemaparannya, Agus Widodo menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti pada hafalan semata, tetapi harus benar-benar dihidupkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
“Pancasila itu bukan hanya sekadar kita hafal. Semua orang hafal Pancasila. Tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila itu hadir dan menjadi pedoman dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat,” tegasnya.
Agus menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, tantangan masyarakat hari ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga tantangan mendidik dan membina anak-anak di dalam keluarga.
“Zaman semakin canggih, tapi justru kondisinya makin mengerikan. Tantangan kita hari ini bukan hanya ekonomi, tetapi bagaimana mendidik anak-anak kita di tengah derasnya arus teknologi,” ujarnya.
Ia menyinggung maraknya pinjaman online (pinjol), judi online (judol), serta berbagai godaan konsumtif lain yang dinilainya telah menggerus ketahanan keluarga dan nilai moral masyarakat. Agus menyebut, perputaran uang akibat judi online secara nasional mencapai angka fantastis hingga Rp1.200 triliun, sebuah kondisi yang menurutnya sangat mengkhawatirkan.
“Masalah kita bukan semata kurang penghasilan, tetapi sering kali karena kurangnya rasa cukup dalam diri kita. Selalu merasa kurang, tidak pernah puas,” kata Agus.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Widodo juga mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai ketuhanan, memperbanyak rasa syukur, serta menjadikan keluarga sebagai benteng utama dalam menghadapi krisis moral dan ideologi.
Ia mengingatkan pentingnya momentum bulan Syaban sebagai waktu untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan agar masyarakat memiliki ketahanan spiritual yang kuat.
Selain isu ideologi dan keluarga, Agus juga menyinggung persoalan lingkungan dan kebencanaan, khususnya terkait musim hujan dan potensi banjir di wilayah Kedamaian. Ia meminta peran aktif ketua RT dan masyarakat untuk menjaga drainase serta segera melaporkan jika terjadi sedimentasi atau sumbatan saluran air.
“Lingkungan kita adalah tanggung jawab bersama. Kalau drainase tersumbat, banjir datang, yang rugi kita semua,” ujarnya.
Melalui kegiatan PIP WK ini, Agus Widodo berharap nilai-nilai Pancasila benar-benar menjadi landasan moral, sosial, dan spiritual, sehingga masyarakat tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam karakter dan kebangsaan. (Abs)

0Komentar