Data Terbaru Jumlah Pengangguran di Indonesia

Pertumbuhan ekonomi berkaitan erat dengan kesempatan kerja di Indonesia. Penduduk dilihat dari sisi ketenagakerjaan merupakan suplai bagi pasar tenaga kerja, namun hanya penduduk usia kerja (usia 15 tahun ke atas) yang dapat menawarkan tenaganya di pasar kerja. Penduduk usia kerja dibagi menjadi dua kelompok yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Kelompok angkatan kerja terdiri dari penduduk yang bekerja (aktif bekerja atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja) dan pengangguran (penduduk yang sedang mencari pekerjaan, sedang mempersiapkan suatu usaha, sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja, merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan/putus asa). Sedangkan kelompok bukan angkatan kerja terdiri dari penduduk sedang bersekolah, mengurus rumah tangga dan lainnya.


Pada periode Agustus 2012 hingga Agustus 2015 terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja, penduduk yang bekerja dan jumlah pengangguran terbuka. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2012 sebesar 119,84 juta orang, meningkat menjadi 122,38 juta orang pada Agustus 2015. Namun terjadi penurunan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dari 67,76% pada Agustus 2012 menjadi 65,76% pada Agustus 2015. TPAK merupakan persentase jumlah angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia kerja. Indikator ini mengindikasikan besarnya penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu wilayah dan menunjukkan besaran relatif suplai tenaga kerja yang tersedia untuk produksi barang dan jasa dalam suatu perekonomian.

Jumlah pengangguran terbuka di Indonesia pada tahun 2012-2015 meningkat dari 7,34 juta pada Agustus 2012 menjadi 7,56 pada Agustus 2015. Sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) meningkat dari 6,13% pada Agustus 2012 menjadi 6,18% pada Agustus 2015. TPT menggambarkan proporsi angkatan kerja yang tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif mencari dan bersedia untuk bekerja, atau perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berdasarkan provinsi tahun 2015 yang paling tinggi adalah Jawa Barat (12,08%), Banten (11,99%) dan DKI Jakarta (9,56%). Sedangkan TPT yang paling rendah adalah Sulawesi Barat (0,84%), Bali (1,78%) dan DI Yogyakarta (2,26%). Tingginya Tingkat Penganguran Terbuka biasanya seiring dengan pertambahan jumlah penduduk serta tidak didukung oleh tersedianya lapangan kerja baru atau keengganan untuk menciptakan lapangan kerja (minimal) untuk dirinya sendiri atau memang tidak memungkinkan untuk mendapatkan lapangan kerja atau tidak memungkinkan untuk menciptakan lapangan kerja.


Back To Top