42 % Puskesmas Kekurangan Tenaga Perawat

Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang wajib dimiliki oleh setiap Puskesmas di seluruh wilayah Indonesia. Kemenkes RI juga telah menetapkan standar minimal jumlah perawat di setiap Puskesmas. Walaupun seperti itu, masih banyak Puskesmas di Indonesia kekurangan tenaga Perawat.


Perawat pada Puskesmas non rawat inap minimal berjumlah lima orang sedangkan pada Puskesmas rawat inap minimal berjumlah delapan orang. Kondisi ini merupakan standar minimal di wilayah perkotaan, perdesaan, dan kawasan terpencil dan sangat terpencil. Di Indonesia pada tahun 2015, terdapat 48,78% Puskesmas memiliki jumlah perawat lebih dari standar yang ditetapkan, 8,76% Puskesmas dengan jumlah perawat cukup, dan 42,46% Puskesmas kekurangan perawat. Secara regional, proporsi terbesar Puskesmas dengan jumlah perawat cukup dan berlebih terdapat pada regional Kalimantan (68,6%) dan Sumatera (65,66%). Proporsi terbesar Puskesmas yang kekurangan jumlah perawat yaitu regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua (48,47%) dan regional Jawa – Bali (48,20%). 

Jika dilihat persebarannya, provinsi dengan persentase tertinggi Puskesmas yang cukup dan berlebih jumlah perawat adalah Kepulauan Riau (95,38%), Kepulauan Bangka Belitung (84,48%), dan Riau (82,84%). Provinsi dengan persentase tertinggi Puskesmas yang kekurangan jumlah perawat adalah DKI Jakarta (86,69%), Papua (60,99%), dan Papua Barat (59,26%).

Sumber: Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kemenkes RI, 2016

Back To Top