Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia Meningkat Tipis

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia Meningkat Tipis
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia Meningkat Tipis

Selain sumber daya alam yang melimpah, Indonesia juga memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak yakni berjumlah sekitar 252,3 juta jiwa pada tahun 2015. Namun jumlah yang banyak bukan merupakan satu-satunya ukuran kemajuan suatu negara. Yang perlu diperhatikan juga adalah kualitas manusianya atau sering dikenal dengan sumber daya manusia (SDM). SDM ini diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

IPM di Indonesia sendiri mengalami peningkatan dalam 25 tahun terakhir, walaupun tidak begitu signifikan. Tidak signifikannya IPM diperkirakan akibat dari berbagai permasalahan seperti kesenjangan gender, kualitas pendidikan, dan rendahnya usia harapan hidup. Laporan IPM yang dikeluarkan UNDP terbaru menunjukkan IPM Indonesia berada dalam urutan 110 dari 188 negara, sejajar dengan Gabon, sebuah negara yang 25 tahun lebih muda, bahkan tertinggal dari negara kecil Samoa dalam hal usia harapan hidup, akses kepada pengetahunan, dan standar kehidupan yang layak. Berdasarkan analisis terhadap rentang waktu 25 tahun, IPM Indonesia mengalami peningkatan tipis yaitu dari 0.474 pada tahun 1980 dan menjadi 0.684 pada tahun 2015. Selain itu, pada tahun 2011 Indonesia berada dalam urutan 124, tahun 2015 naik pada urutan 110.

Namun, kenaikan itu masih belum menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam pembangunan di Indonesia. Bank Dunia menyebutkan bahwa anak kelas 3 SD di Jawa membaca 26 kali lebih cepat dari anak-anak usia yang sama di Nusa Tenggara, Maluku atau Papua. Bahkan hasil dari Program for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2013 menunjukkan Indonesia menempati peringkat kedua terendah dari 65 negara yang diberikan tes tiga tahunan ini, yang meliputi membaca, matematika, dan sains.
Back To Top